Tarakan
menurut cerita rakyat berasal dari bahasa tidung “Tarak” (bertemu) dan “Ngakan”
(makan) yang secara harfiah dapat diartikan “Tempat para nelayan untuk
istirahat makan, bertemu serta melakukan barter hasil tangkapan dengan nelayan
lain. Selain itu Tarakan juga merupakan tempat pertemuan arus muara Sungai
Kayan, Sesayap dan Malinau.
Kota Tarakan adalah kota terkaya ke-17 di
Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 250,80 km² dan sesuai dengan data
Badan Kependudukan Catatan Sipil dan Keluarga Berencana, Kota Tarakan
berpenduduk sebanyak 239.787 jiwa. Tarakan atau juga dikenal sebagai Bumi
Paguntaka, berada pada sebuah pulau kecil.
Semboyan
dari kota Tarakan adalah Tarakan Kota "BAIS" (Bersih, Aman, Indah,
Sehat dan Sejahtera).
Walaupun
kecil, namun kota Tarakan mempunyai potensi sumber daya alam yang kaya.
Potensi
Sumber daya alamnya antara lain :
|
1.
|
Minyak dan Gas :
|
|
- Cadangan Minyak :
451,177 Juta Barrel Minyak (MMBO)
- Cadangan Gas : 119.2 Milyar Kubik Kaki Gas (BCFG) - Produksi Minyak : 2.100 Barrel Minyak Per Hari (BOPD) - Produksi Gas Alam : 24 Kubik Kaki Per Hari (MMSCFD) |
|
|
2. Batubara :
- Cadangan Batubara
dan Gambut : 5 milyar ton (Kaltim), 100 Juta Ton (Tarakan)
- Kalori berkisar antara 4.500 - 5.000 kal - Penyebaran merata di Pulau Tarakan (rawan dieksploitasi) |
|
3.
|
Bahan Galian Gol. C :
|
|
Terdiri
dari
1. Pasir 2. Kerikil 3. Tanah urug Bukit bandara : + 5 Juta meter kubik Lokasi lain : + 1,5 Juta meter kubik |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar